Pilihan Alat Makan

Foto: Thinkstock/asia nikkei

Jakarta – Kaca, aluminium dan bambu umum dipakai sebagai bahan peralatan makan. Kini, orang mulai menyukai bahan titanium dan tembaga karena alasan fungsional.

Jika biasanya sendok terbuat dari alumunium, kali ini diciptakan sendok yang terbuat dari tembaga. Tembaga dapat mengalirkan suhu hangat dari tangan pengguna menuju sendok sehingga membantu melelehkan es krim yang beku.

Dilaporkan Asia Nikkei (19/10/2015), sebuah perusahaan alat makan asal Jepang, Azuma merilis sendok tembaga ini sebagai bagian dari produk berbahan tembaga buatan mereka pada September lalu.

“Tembaga merupakan konduktor atau penghantar panas yang lima kali lebih cepat dari besi dan dua kali lebih cepat daripada alumunium,” tutur Takeshi Ito, Executive Officer di Azuma.

Produk sendok tembaga ini dijual seharga ¥ 2.000 atau sekitar Rp 239.000, dan kini mulai digemari konsumen lokal di Jepang.

“Konsumen kini berfokus pada bahan dasar dan fungsionalitas alat-alat makan dibanding dengan desainnya,” ujar Yasunari Arai, seorang konsultan produk peralatan dapur.

Dia menambahkan jika kini mulai banyak konsumen yang rela membayar mahal untuk alasan tertentu. Bukan hanya sekadar agar mereka nyaman ketika menikmati makanan.

Sachiko Shishizuka, seorang warga asli Jepang lebih merasa puas ketika minum menggunakan cangkir dengan material titanium. Cangkir yang dibuat dari titanium mencegah es batu cepat mencair. Ia sendiri menggunakan produk cangkir merek SUSgallery.

Titanium umumnya digunakan pada perkakas rumah tangga. Bahkan material ini dua kali lebih kuat dibandingkan besi. Kendati demikian, produk berbahan dasar titanium lebih sulit untuk dibentuk. Namun SUSgallery menggunakan dua lapisan titanium untuk membuat cangkir. Setiap cangkir SUSgallery dihargai sebesar ¥ 11.000 atau sekitar Rp 1.295.000. Meski relatif mahal, cangkir-cangkir tersebut nyatanya laku keras di pasaran.

Rie Katagiri dari Seven Seven, perusahaan pemilik merek SUSgallery mengungkapkan jika cangkir berbahan titanium dapat membuat es krim tetap beku lima hingga enam kali lebih lama dibanding dengan cangkir biasa.

Dalam sebuah uji coba, sebuah es batu ditaruh dalam cangkir tersebut. Setelah dibiarkan selama tiga jam, hasilnya tiga seperempat bagian es batu itu belum mencair.

Selain sendok dan cangkir, inovasi lainnya juga dilakukan pada sumpit. Alat makan ini paling populer di Jepang. Umumnya sumpit ditaruh di atas hashioki, yaitu sejenis origami dari kertas yang dibuat untuk menaruh sumpit agar tidak tergeletak begitu saja.

Tak lama, sebuah perusahaan lokal, Koncent menggagas produk baru dengan menciptakan sumpit dengan desain yang sedikit berbeda. Sumpit ini dinamai Ukihashi yang artinya ‘sumpit melayang’.

Konsep kerjanya cukup sederhana, balikkan sumpit sehingga sisi dasarnya tetap ‘melayang’ dan tidak menyentuh meja. Sumpit ini dijual seharga ¥800 atau sekitar Rp 94.000.

Beberapa fitur ini tampaknya sepele, namun ternyata tetap diminati konsumen. Di Ohara et CIE, sebuah restoran Prancis di Tokyo, pelanggan disediakan pisau dengan berbagai warna dan meminta mereka untuk memilih.

“Proses pemilihan warna inilah yang dapat menyenangkan pelanggan,” ujar Masahiko Ohara, Executive chef restoran tersebut. “Mereka akan mengingat momen saat menjatuhkan pilihannya.”

Inovasi pada peralatan dapur sedang marak di Jepang. Di Kanada, juga ada sebuah perusahaan yang menciptakan sebuah garpu inovatif yang mampu mendeteksi aroma makanan bernama Aromafork

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0

Your Cart

%d bloggers like this: