Finishing Food Grade yang Aman utk Perabot Dapur Dari Kayu

Finishing Food Grade Yang Aman Untuk Perabot Dapur Dari Kayu

5 April 2018

14

Share on Facebook Tweet on Twitter

Perabot dapur dari kayu wajib aman digunakan untuk kesehatan. Oleh karena itu jangan sampai salah memilih finishing yang digunakan untuk perabot dapur dari kayu. Gunakan finishing food grade agar perabot dapur tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya.

Apa yang Anda bayangkan apabila sudah di dapur? Kemungkinan kitchenette yang sudah tertata rapi dengan beragam perabotan yang melengkapinya. Berbagai furniture atau perabotan dapur yang banyak menghiasi area ini adalah berbahan kayu yang notabene lebih ramah lingkungan daripada material lainnya. Untuk menghasilkan nuansa yang menarik dan nyaman, furniture atau perabotan pada umumnya juga disesuaikan dengan keinginan penghuni rumah agar tetap elok dipandang. Tentu untuk finishing pada berbagai furniture atau perabotan dapur tidak sama dengan finishing furniture kayu pada umumnya.

Finishing yang berhubungan langsung dengan makanan pada umumnya lebih diperhatikan dari segi keamanan kandungan bahan. Finishing seperti ini sering disebut dengan finishing food grade dan tidak semua finishing yang beredar di pasaran Indonesia sudah menyesuaikan standar keamanan food grade yang biasa diterapkan di luar negeri seperti Eropa dan Amerika. Finishing yang aman bersentuhan dengan makanan tidak sembarangan karena terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Finishing yang aman memang populer untuk beberapa tahun terakhir mengingat sebagian negara di dunia sudah menerapkan finishing semacam ini. Maka dari itu, sangat penting sekali untuk memperhatikan kandungan finishing yang digunakan terutama jika akan diekspor ke berbagai negara seperti negara di Eropa ataupun Amerika yang notabene memiliki standar regulasi tersendiri dalam menerapkan barang yang masuk ke negara tersebut.

Finishing yang Tepat untuk Perabotan Dapur Dari Kayu

Desain interior memang tidak terlepas dari furniture dan berbagai perabotan yang tidak hanya bertujuan untuk tempat menyimpan suatu barang, tempat bersantai ataupun sebagai penghias ruangan tersebut. Agar suatu ruangan terlihat menarik maka dibutuhkan furniture yang sesuai dengan tema dari ruangan tersebut namun tidak jarang banyak penghuni rumah lebih memilih furniture dengan tampilan natural untuk menghiasi ruangan tersebut. Ya, tampilan ini memang bisa diterapkan untuk berbagai tema ruangan tergantung desain dari furniture tersebut. Finishing pada furniture dengan tampilan natural bisa didapatkan dengan plitur, pernis, melamin, teak oil dan lain-lainnya. Namun bagaimana jika finishing yang digunakan untuk furniture atau perabotan yang sering bersentuhan langsung dengan makanan seperti mangkuk kayu, telenana, lemari makanan dan lain sebagainya?

Finishing yang diaplikasikan pada furniture atau perabotan dapur tidak sama dengan finishing pada furniture pada umumnya. Hal ini dikarenakan berbagai feature finishing yang juga berbeda. Untuk finishing pada furniture atau perabotan kayu yang bersentuhan langsung dengan makanan harus rendah kandungan bahan kimia berbahaya dan sudah dipastikan food grade. Finishing food grade ini bahkan sudah menjadi sebuah kewajiban bagi konsumen Eropa dan Amerika, tidak hanya untuk furniture atau perabotan yang bersentuhan langsung dengan makanan melainkan furniture indoor maupun outdoor.

Lalu apa sih yang membedakan finishing food grade dengan jenis finishing lainnya? Berikut beberapa hal yang membedakan finishing yang aman untuk digunakan:

1 Kandungan Bahan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kandungan bahan menjadi salah satu elemen penting yang diterapkan pada cat. Di Indonesia, masih banyak bahan finishing yang masih menggunakan bahan-bahan kimia yang cukup membahayakan kesehatan. Sedangkan untuk finishing yang aman dan ramah lingkungan belum banyak dijumpai.

2 Warna yang Tidak Mudah Berubah

Perubahan warna yang dimaksud terhadap finishing adalah warna tersebut tidak mudah terhapus atau terkelupas selama digunakan. Sebab, lapisan cat yang terangkat tetap bisa membahayakan kesehatan.

Dari dua hal kriteria finishing yang aman dan ramah lingkungan diatas, Biopolish Food Grade merupakan finishing yang sesuai karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan lapisan filmnya yang tidak mudah mengelupas.

Biopolish Beeswax, Finishing Food Grade Yang Aman Untuk Perabotan Dapur

Jika melihat konsumen Amerikan dan Eropa maka bahan finishing yang perlu diperhatikan adalah keamanan bahan. Masalah fisik dari furniture menjadi sekian prioritas karena bagi konsumen luar negeri tersebut keamanan bahan lebih penting karena menyangkut mengenai kesehatan terhadap manusia. Maka, wajar saja jika berbagai furniture atau perabotan yang diekspor harus menggunakan bahan finishing yang sesuai dengan standar keamanan negara tujuan.

Membahas finishing yang aman dan ramah lingkungan tentu sangat tepat jika digunakan untuk finishing pada furniture atau perabotan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Pasalnya, tidak semua jenis finishing sama dan aman untuk furniture atau perabotan dapur yang notabene sering bersentuhan langsung dengan makanan. Finishing food grade merupakan finishing yang sangat tepat untuk berbagai furniture dapur ataupun furniture pada umumnya. Salah satu finishing yang aman bersentuhan langsung dengan makanan yakni Biopolish Beeswax.

Biopolish Beeswax merupakan finishing dengan kandungan bahan alami yakni lilin lebah (beeswax) tanpa bahan campuran kimia berbahaya sehingga dipastikan aman digunakan langsung pada perabotan atau furniture yang bersentuhan langsung dengan makanan. Biopolish Beeswax diformulasikan sesuai dengan standar U.S Food and Drug Administration (FDA) sehingga dipastikan aman untuk segala jenis finishing pada furniture terutama yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Finishing menggunakan Biopolish Beeswax dipastikan memuaskan karena daya serap finishing ini sangat tinggi sehingga akan memunculkan warna asli kayu yang sebenarnya. Yang awalnya terlihat pucat apabila dioles secara rutin menggunakan Biopolish Beeswax maka tampilan permukaan perabotan dapur tersebut semakin tajam. Untuk penggunaan pertama pun sudah sangat terlihat berbeda. Jika dilakukan sekali oles dan tidak dilanjutkan, warna memang akan pudar sebab hal bukan dikarenakan warna tersebut menguap atau mengelupas melainkan masuk ke dalam serat kayu. Sehingga Biopolish Beeswax ini tidak hanya memeberikan tampilan warna yang semakin tajam saja melainkan juga merawat bagian dalam kayu tersebut sehingga tidak mudah untuk terserang jamur ataupun mikroorganisme perusak kayu lainnya.

Untuk cara aplikasi dari Biopolish Beeswax ini pun juga sangat sederhana, pasalnya Anda cukup mengoleskan Biopolish Beeswax menggunakan kain kering yang bersih ke permukaan perabotan dapur. Sebaiknyanya oles Biopolish Beeswax tersebut searah dengan serat kayu agar hasil akhirnya lebih menawan dan optimal. Tidak perlu khawatir akan blocking apabila tersentuh air, Biopolish Beeswax ini tidak mudah luntur oleh air atau cairan lainnya sehingga tampilan warna tetap memukau. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa Biopolish Beeswax tersebut mampu meresap ke dalam kayu dan bukan merupakan lapisan finishing yang mudah menguap ataupun mengelupas.

Karena fungsi Biopolish Beeswax juga sebagai meremajakan furniture atau perabotan kayu maka alangkah baiknya untuk rutin mengoleskan Biopolish Beeswax setiap dua minggu sekali. Hal ini berlaku jika diperuntukkan sebagai perawatan rutin furniture atau perabotan sebab furniture atau perabotan yang terbuat dari kayu terutama pada bagian dapur juga perlu dirawat dengan baik agar furniture atau perabotan tersebut tetap tahan lama dan tampilannya tetap menarik meskipun sudah digunakan dalam waktu yang lama. Pastikan untuk selalu menggunakan benda, barang atau bahan-bahan yang aman dan ramah lingkungan guna menjaga kesehatan dan lingkungan sekitar Anda.

Cara Finishing Food Grade Untuk Perabot Dapur Dari Kayu Dengan Menggunakan Biopolish Beeswax

Melakukan finishing food grade menggunakan biopolish beeswax sangat mudah. Bahkan anda dapat melakukanya sendiri di rumah. Perabot dapur seperti talenan, piring kayu, nampan kayu bahkan untuk spatula kayu juga bisa anda finishing dengan gampang dan aman menggunakan biopolish beeswax.

cara merawat alat makan dengan biopolish beeswax

Nah, bagaimana melakukan finishing foof grade dengan biopolish beeswax ? ikuti langkah langkah yang kami berikan di bawah ini:

• Persiapkan bahan bahan yang digunakan seperti sanding sealer, kuas, kain lap bersih, amplas dan media yang akan di finishing

• Amplas terlebih dahulu media yang akan di finishing

• Oleskan sanding sealer untuk memotong serat kayu serta memudahkan proses pengamplasan selanjutnya. Oleskan sanding sealer secara tipis merata ke seluruh bagian media yang akan di finishing

• Biarkan hingga sanding selaer kering

• Setelah benar benar kering, amplas lapisan yang telah di beri sanding sealer tersebut

• Lakukan pengamplasan hingga benar benar halus

• Bersihkan sisa sisa amplasan

• Setelah benar benar bersih dari sisa amplasan, oleskan biopolish beeswax dengan kain

• Oles secara tipis merata ke seluruh bagian media tersebut

• Gosok dengan kain hingga terasa tidak lengket dan nampak menawan

Tidak hanya untuk finishing, biopolish beeswax dapat digunakan untuk perawatan rutin perabot dapur dari kayu. Untuk melihat bagaimana cara merawat perabot dapur dari kayu, silahkan tonton video dibawah ini. Jangan lupa like dan subscribe akun youtube kami.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0

Your Cart

%d bloggers like this: